Rabu, 26 April 2017



            Untuk kita yang sedang patah hati, bukan karna kita benar-benar dilanda patah hati. Tapi karna belum memahami apa itu menjaga hati. Setiap manusia memiliki rasa. Rasa ‘kasih sayang, butuh sanjungan, ingin perhatian’. Adakalanya manusia terjebak dalam hal-hal yang seringkali membuat kita tahu, tapi seakan lupa, pada keinginan untuk mendapatkan rasa yang diberi tanda satu kutip itu.
            Mengapa rasa itu datang jika pada akhirnya beruntun kehancuran. Setan sendiri sudah berjanji akan menyesatkan manusia atas penciptaannya yang berbeda.
            Kalau begitu coba kita renungkan sebuah lirik lagu dari Derry Sulaiman yang judulnya “Hati-hati dengan hati”. Kira-kira seperti ini lirik awalnya, ‘Hati-hati dengan hati, karna hati bisa berganti-ganti. Ada kata hati, ada suara hati, ada mata hati, harus hati-hati. Jangan pernah berikan hati, kepada selain Ilahi, Rabbi. Hati bisa jatuh hati, hati bisa patah hati, hati bisa hancur, hati, hati bisa sakit hati. Hati bisa besar hati, hati bisa kecil hati, maka kita harus hati-hati dengan hati.’ Mengagumkan sekali. Seakan mengingatkan kita yang sering lupa ini untuk merenung, kenapa peduli mempertahankan satu hati yang padahal suatu ketika dapat rusak, hancur, dan bertukar.
            Seringkali kita lupa untuk apa kita memusatkan satu permasalahan yang menyangkut hati. Banyak orang yang memilih lari dari hidupnya ketika ditikung sang kekasih, dikecewakan, melukai diri sendiri, juga mirisnya, sampai ada yang bunuh diri. Penyakit hati sangat berbahaya jika tidak dapat dibersihkan. Caranya, kita tahu. Hanya seringkali jikapun sudah dijelaskan kita menganggap itu klise.
Jujur, saya kelewat telat karna baru mendengar lagu seindah ini padahal sudah lama ada di memori penyimpanan saya. Maklum jarang saya utak atik lantaran kesibukan bekerja pada masa itu. Lagu ini milik saudara kembar saya yang waktu itu meminjam folder penyimpanan saya dan tidak menghapusnya. Bertahun-tahun tersimpan, sekali mendengarnya saya tergugah. Karna, jujur saja, saya sedang terjerat cinta dunia, cinta buta, dan sedang kalut mengejar dunia bagaimana caranya agar terambisi. Saya lupa kalau dunia ini sebenarnya hitam putih, warna-warna yang terlihat sesungguhnya gambaran yang absurd karna manakalanya bisa berganti-ganti dan menjadi buram. Pertama mendengarnya, saya me-repeat dan mendengarnya berulang-ulang tanpa bosan. Derry Sulaiman seakan mampu menyampaikan pesan dakwah singkat lewat liriknya yang dibikin nyanyian.



Tips Menghilangkan Rasa Patah Hati
1.      Jangan menahan diri! Menangislah!
Kekuatan air mata sama halnya dengan pancuran air yang keluar di dinding perbukitan terjal. Dari dekat maupun jauh terlihat kuat, namun siapa sangka air yang lembut mengalir lebih kuat di sela-selanya. Air itu muncul karna proses alam. Saat ia keluar atau berhasil memancarkan diri, seolah mereka antara sang bukit dan air terlihat bebas memanifestasikan situasi. Biarkan air itu bercucuran, membuat ia lepas. Jika mampu berteriak, lakukan!
Ketahuilah, setelah semua itu terlewatkan bagimu yang jiwanya yang lembut dan tidak pernah menyimpan dendam, akan kembali menemukan jati diri yang sebenarnya. Bahkan lebih kuat dari yang sebelumnya. Menangis juga bisa membuat manusia menjadi lebih dewasa. Seorang bayi yang baru keluar dari rahim ibunya lebih mengkhawatirkan jika ia tidak menangis. Arti sebuah tangisan bukan air bening yang muncul secara cuma-cuma.
Darimana munculnya air mata? Bukan dari mata, tapi dari hati.

2.      Keluarlah, dan berpetualang!
Banyak cara mengekspresikan diri. Mereka yang kuat bukan mereka yang selalu terlihat bahagia bersama orang-orang yang mereka sayangi, mereka yang kuat adalah mereka yang mampu tersenyum setelah semua sakit terlewati. Eksplorasikan diri dengan caramu sendiri. Bagi kaum adam, ia terlihat lebih mampu mengontrol diri dalam artian menyimpan perasaannya dibanding wanita. Maka tidak jarang orang yang bilang kalau laki-laki lebih tangguh dibanding wanita. Tapi bukan berarti laki-laki tidak ada yang terjerat patah hati. Biasanya untuk menghilangkannya, mereka akan berkumpul bersama teman-teman dekat, bercerita seolah masalah yang terjadi di belakang hanya gumpalan asap rokok yang cuma mampu dipertontonkan. Bernyanyi, menulis puisi, meluncurkan segala hobi.
Untuk perempuan, aku sendiri memilih shopping, karna perempuan mana yang tidak suka belanja. Jika dalam keadaan terluka, pusing dengan kerjaan, aku memilih berjalan-jalan sendiri. Karna ada kalanya masa untuk sendiri membuat diri lebih bebas berekplorasi. Aku akan membeli apa yang aku anggap bisa menjadi teman. Jangan heran kalau asrama tempatku tinggal dulu banyak digantungi boneka-boneka kecil yang tidak sengaja menjadi koleksi. Karna tanpa kusadari, sudah berulang kali aku menghilangkan jejak kepahitan di hidup ini.
Banyak hal untuk unjuk diri. Pergi ke tempat yang bisa membuatmu di sana adalah kamu, kamu sendiri yang menjadi tujuan.

3.      Sadari lagi makna ‘cinta’ yang membuat hati itu patah!
Bagi saya, cinta yang tumbuh dengan sendirinya itu adalah kewajaran. Setiap manusia mengidamkannya. Tapi tidak setiap manusia mengartikannya sama. Cinta yang kita anggap kepada orang lain juga kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak lain karna cinta kepada diri sendiri. Jangan bilang kita hanya diam setelah mengetahui kita cinta akan sesuatu itu. Ketika cinta itu datang, itu berarti adalah ujian. Kita akan dihadapkan dengan hal-hal yang membawa kita jauh tidak terduga. Dari rasa pahit ke yang manis, atau bisa jadi sebaliknya.
Cinta kepada sesama manusia seringkali membuat kita lupa, Dia yang menciptakan kita. Bagaimana bisa dikatakan ujian, karna lewat itu memberi banyak peluang bagi manusia untuk memilih jalan yang mulanya tidak begitu banyak ruang. Jalan mana yang kita tempuh menentukan nasib kita ke depan. Semakin jauh kita menyalahkan makna cinta, semakin kita lupa, semakin buta, semakin membawa menuju penghambaan.
Maka, bagus sekali karna sekarang ini sangat populer semboyan, ‘Cintai aku karna Allah!’ J

4.      Jangan membuat Allah cemburu!
Ini tipsku yang terakhir. Karna setelah semua perih yang kita lewati, tentang hati, sakit hati, patah hati, besar hati, semua itu sudah diatur oleh-Nya. Jangan lupakan Ia dengan menduakan-Nya. Apalagi dengan makhluk ciptaan-Nya sendiri. Dia tentu tidak suka bila kita terlalu mengagungkan, menunggu dia yang kita anggap kekasih sementara Dia sendiri Sang Khalik dari seluruh jagat raya ini terlupakan.


Ini kelanjutan lirik Derry Sulaiman yang kemudian dibawa secara monolog. Bisa kita renungi sendiri. “Hati ini seperti singgasana, siapa saja yang berada di sana akan menjadi raja. Ketika dunia masuk ke dalam hati, maka siap-siaplah menjadi hamba-Nya. Karna, seluruh manusia adalah hamba. Siapa saja yang tidak mau menghambakan dirinya kepada Allah, maka dia pasti akan menjadi hamba selain Allah. Maka, bersihkanlah hati dari selain Allah!”

            Pioinnya, dunia ini sementara, akhirat selamanya (juga judul lagu Derry Sulaiman). J
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar