Untuk kita yang sedang patah
hati, bukan karna kita benar-benar dilanda patah hati. Tapi karna belum
memahami apa itu menjaga hati. Setiap manusia memiliki rasa. Rasa ‘kasih
sayang, butuh sanjungan, ingin perhatian’. Adakalanya manusia terjebak dalam
hal-hal yang seringkali membuat kita tahu, tapi seakan lupa, pada keinginan
untuk mendapatkan rasa yang diberi tanda satu kutip itu.
Mengapa rasa itu datang jika pada
akhirnya beruntun kehancuran. Setan sendiri sudah berjanji akan menyesatkan
manusia atas penciptaannya yang berbeda.
Kalau begitu coba kita renungkan
sebuah lirik lagu dari Derry Sulaiman yang judulnya “Hati-hati dengan hati”.
Kira-kira seperti ini lirik awalnya, ‘Hati-hati
dengan hati, karna hati bisa berganti-ganti. Ada kata hati, ada suara hati, ada
mata hati, harus hati-hati. Jangan pernah berikan hati, kepada selain Ilahi,
Rabbi. Hati bisa jatuh hati, hati bisa patah hati, hati bisa hancur, hati, hati
bisa sakit hati. Hati bisa besar hati, hati bisa kecil hati, maka kita harus
hati-hati dengan hati.’ Mengagumkan sekali. Seakan mengingatkan kita yang
sering lupa ini untuk merenung, kenapa peduli mempertahankan satu hati yang
padahal suatu ketika dapat rusak, hancur, dan bertukar.
Seringkali kita lupa untuk apa kita
memusatkan satu permasalahan yang menyangkut hati. Banyak orang yang memilih
lari dari hidupnya ketika ditikung sang kekasih, dikecewakan, melukai diri
sendiri, juga mirisnya, sampai ada yang bunuh diri. Penyakit hati sangat
berbahaya jika tidak dapat dibersihkan. Caranya, kita tahu. Hanya seringkali
jikapun sudah dijelaskan kita menganggap itu klise.
Jujur,
saya kelewat telat karna baru mendengar lagu seindah ini padahal sudah lama ada
di memori penyimpanan saya. Maklum jarang saya utak atik lantaran kesibukan
bekerja pada masa itu. Lagu ini milik saudara kembar saya yang waktu itu
meminjam folder penyimpanan saya dan tidak menghapusnya. Bertahun-tahun
tersimpan, sekali mendengarnya saya tergugah. Karna, jujur saja, saya sedang
terjerat cinta dunia, cinta buta, dan sedang kalut mengejar dunia bagaimana
caranya agar terambisi. Saya lupa kalau dunia ini sebenarnya hitam putih,
warna-warna yang terlihat sesungguhnya gambaran yang absurd karna manakalanya
bisa berganti-ganti dan menjadi buram. Pertama mendengarnya, saya me-repeat dan mendengarnya berulang-ulang
tanpa bosan. Derry Sulaiman seakan mampu menyampaikan pesan dakwah singkat
lewat liriknya yang dibikin nyanyian.
Tips Menghilangkan Rasa Patah Hati
1. Jangan
menahan diri! Menangislah!
Kekuatan
air mata sama halnya dengan pancuran air yang keluar di dinding perbukitan
terjal. Dari dekat maupun jauh terlihat kuat, namun siapa sangka air yang
lembut mengalir lebih kuat di sela-selanya. Air itu muncul karna proses alam. Saat
ia keluar atau berhasil memancarkan diri, seolah mereka antara sang bukit dan
air terlihat bebas memanifestasikan situasi. Biarkan air itu bercucuran,
membuat ia lepas. Jika mampu berteriak, lakukan!
Ketahuilah,
setelah semua itu terlewatkan bagimu yang jiwanya yang lembut dan tidak pernah
menyimpan dendam, akan kembali menemukan jati diri yang sebenarnya. Bahkan
lebih kuat dari yang sebelumnya. Menangis juga bisa membuat manusia menjadi
lebih dewasa. Seorang bayi yang baru keluar dari rahim ibunya lebih
mengkhawatirkan jika ia tidak menangis. Arti sebuah tangisan bukan air bening
yang muncul secara cuma-cuma.
Darimana
munculnya air mata? Bukan dari mata, tapi dari hati.
2. Keluarlah,
dan berpetualang!
Banyak
cara mengekspresikan diri. Mereka yang kuat bukan mereka yang selalu terlihat
bahagia bersama orang-orang yang mereka sayangi, mereka yang kuat adalah mereka
yang mampu tersenyum setelah semua sakit terlewati. Eksplorasikan diri dengan
caramu sendiri. Bagi kaum adam, ia terlihat lebih mampu mengontrol diri dalam
artian menyimpan perasaannya dibanding wanita. Maka tidak jarang orang yang
bilang kalau laki-laki lebih tangguh dibanding wanita. Tapi bukan berarti
laki-laki tidak ada yang terjerat patah hati. Biasanya untuk menghilangkannya,
mereka akan berkumpul bersama teman-teman dekat, bercerita seolah masalah yang
terjadi di belakang hanya gumpalan asap rokok yang cuma mampu dipertontonkan.
Bernyanyi, menulis puisi, meluncurkan segala hobi.
Untuk
perempuan, aku sendiri memilih shopping,
karna perempuan mana yang tidak suka belanja. Jika dalam keadaan terluka,
pusing dengan kerjaan, aku memilih berjalan-jalan sendiri. Karna ada kalanya
masa untuk sendiri membuat diri lebih bebas berekplorasi. Aku akan membeli apa
yang aku anggap bisa menjadi teman. Jangan heran kalau asrama tempatku tinggal
dulu banyak digantungi boneka-boneka kecil yang tidak sengaja menjadi koleksi.
Karna tanpa kusadari, sudah berulang kali aku menghilangkan jejak kepahitan di
hidup ini.
Banyak
hal untuk unjuk diri. Pergi ke tempat yang bisa membuatmu di sana adalah kamu,
kamu sendiri yang menjadi tujuan.
3. Sadari
lagi makna ‘cinta’ yang membuat hati itu patah!
Bagi
saya, cinta yang tumbuh dengan sendirinya itu adalah kewajaran. Setiap manusia
mengidamkannya. Tapi tidak setiap manusia mengartikannya sama. Cinta yang kita
anggap kepada orang lain juga kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak lain
karna cinta kepada diri sendiri. Jangan bilang kita hanya diam setelah
mengetahui kita cinta akan sesuatu itu. Ketika cinta itu datang, itu berarti
adalah ujian. Kita akan dihadapkan dengan hal-hal yang membawa kita jauh tidak
terduga. Dari rasa pahit ke yang manis, atau bisa jadi sebaliknya.
Cinta
kepada sesama manusia seringkali membuat kita lupa, Dia yang menciptakan kita.
Bagaimana bisa dikatakan ujian, karna lewat itu memberi banyak peluang bagi
manusia untuk memilih jalan yang mulanya tidak begitu banyak ruang. Jalan mana
yang kita tempuh menentukan nasib kita ke depan. Semakin jauh kita menyalahkan
makna cinta, semakin kita lupa, semakin buta, semakin membawa menuju
penghambaan.
Maka,
bagus sekali karna sekarang ini sangat populer semboyan, ‘Cintai aku karna Allah!’ J
4. Jangan
membuat Allah cemburu!
Ini
tipsku yang terakhir. Karna setelah semua perih yang kita lewati, tentang hati,
sakit hati, patah hati, besar hati, semua itu sudah diatur oleh-Nya. Jangan
lupakan Ia dengan menduakan-Nya. Apalagi dengan makhluk ciptaan-Nya sendiri.
Dia tentu tidak suka bila kita terlalu mengagungkan, menunggu dia yang kita
anggap kekasih sementara Dia sendiri Sang Khalik dari seluruh jagat raya ini
terlupakan.
Ini
kelanjutan lirik Derry Sulaiman yang kemudian dibawa secara monolog. Bisa kita
renungi sendiri. “Hati ini seperti
singgasana, siapa saja yang berada di sana akan menjadi raja. Ketika dunia
masuk ke dalam hati, maka siap-siaplah menjadi hamba-Nya. Karna, seluruh manusia
adalah hamba. Siapa saja yang tidak mau menghambakan dirinya kepada Allah, maka
dia pasti akan menjadi hamba selain Allah. Maka, bersihkanlah hati dari selain
Allah!”
Pioinnya, dunia ini sementara,
akhirat selamanya (juga judul lagu Derry Sulaiman). J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar